Skoliosis
1. Lateral, AP, rotasional
2. Dibagi menjadi postural dan struktural. Postural karena posisi tubuh seperti kaki yang pendek, pelvis memutar karena kecelakaan tetapi saat duduk ini semua dapat hilang menjadi seperti normal.
bisa juga karena spasme otot lumbal / HNP, skew back dan sciatic skoliosis.
Struktural salah di processus spinosus dan ada rib hump, tidak membaik saat duduk, bisa fixed defromity, kalau diatas 50 degree bisa tambah 1 degree per tahun. kalau ada chest deform bisa kelainan cardio pulmonal.
3. dibagi menjadi
- idiopatic
- congenital
- neuropathic
- myopathic
4. manifestasi klinis
-deformitas skew back, rib hump.
-sakit punggung
- nyeri jarang dirasakan, apabila ada nyeri harus dicurigai tumor saraf, MRI.
- skoliosis pada anak jarang disertai nyeri, kalau nyeri tumor spinal
- riwayat keluarga skoliosis atau kelainan saat kehamilan
- perubahan pigmentasi kulit, dimples, rambut kulit
5. PF
dari depan, belakang dan samping
- adams test (pasien membungkuk kedepan)
- right/left thoracic
- payudara dan bahu miring,
- neurological examinations
- panjang kaki diukur-- kalau satu pendek maka tinggikan dengan blok kemudian re-exam
- general examinations, cardiopulmonal
6. PP
-imaging xray PA lteral
cobb angle, risser sign,
risser sign adalah iliac apohysis yg menjadi matur setelah pubertas
kalsifikasi menurut gambar xray
-infantile
- adolescent
- thoracolumbar
-lumbar
- combined
Idiopatic skoliosis
Familial, serious, <30 degrees, epid 3/1000.
Groups: adolescent, juvenile, infantile. atau early onset , late onset (based on puberty)
Late onset (adolescent) idiopathic scoliosis (<10tahun)
kalo miring<20 deg nanti balik sendiri. prediktor: risser sign, marked curvature, usia sangat muda.
treatment nya adalah mencegah progresi dari deformitas, membetulkan deformitas yang tidak bisa diterima pasien
kalo ternyata tulang masih belum matur dan <30 degrees, kita exercise, bracing, milaukee braces, boston braces,
operative treatment : kalo lengkungan diatas 30 degrees, prepubertal, lebih dr 40 dan progresif. tujuan nya untuk menghalangi progresidan meluruskan kelengkungan, harrington system, rod and sublaminar wiring, cotrel dubouset system, anterior instrumentasi zielke, dwyer, kaneda.
komplikasi : neurological compromise, spinal decompensation, pseudoarthrosis amd implant failure.
Early onset juvenile idiopathic scoliosis (4-9 tahun)
jarang dan lebih bahaya
Early onset infantile idiopathic scoliosis
boys predominant, bisa sembuh sendiri,kalo progresif bisa bahaya. kalo kurang dari 20 degree bs sembuh, kalau lebih bahaya.
karena dari kecil jadi kemungkinan penyakit carvas lebih besar.
Congenital osteopathic scoliosis
rickets, OI, hemivertebra,wedged vertebra,fused vertebra, absent or fused ribs
biasa ada pigmentasi kulit, cari kelainan kongenital dan saraf.
treatment: kalo progresif ga bisa sembuh,
Neuropatik dan myopathic scoliosis
-poliomielitis
-cerebral palsy
- syringomyelia
- friedrich ataxia
KYPHOSIS
1. kyphos or gibbus adalah angulasi posterior yang tajam dan dikarenakan kolaps nya vertebra, bisa karena kongenital, fraktur, tbc spinal.
2. postural dan struktural : postural karena flat feet. struktural karena kongenital, akondroplasia, schuermann disease
kongenital kifosis
tipe 1: kegagalan pembentukan
paling sering dan paling gawat, bisa menyebabkan kompresi spinal. kalau anak kurang dari 6 tahun dan kemiringan kurang dari 40 degreees, posterior cukup. kalo lebih maka anterior dan posterior.
tipe 2 : kegagalan berpisah (segmentasi)
progresif tp jarang melukai saraf.
Adolescent kyphosis (juvenile osteocondrosis) scheuermann disease
1. terlihat dengan jelas punggung yang membulat dan tidak berubah, dam di belakang terlihat tulang yang menonjol.
2. manifestasi klinis
- laki>perempuan
- mulai saat pubertas
- sakit punggung
- lemas
- hamstring terbatas ruang geraknya
- nyeri dan sakit kepala
3. PP xray
- subkondral bone ada radiolusen schmorl nodes,
4. DD
-postural kifosis = tidak sakit dan pasien bisa membetulkan sendiri, xray normal.
- discitis, osteomielitis, tbc spondilitis = nyeri. systemic, swelling, bone erosi.
- spondyloepipyseal dysplasia
kifosis pada orang tua
postnenopausal karena fraktur, mengeluh nyeri punggung, terapinya cuma bed rest and spinal bracing. klo mau vetebroplasty dan kyphoplasty.
No comments:
Post a Comment